MAKASSAR, KOMPAS.com - Hingga saat ini, Panitia Pengawas (Panwas) Makassar menemukan 50 kasus pembelian kartu pemilih di Kota Makassar. Pembelian kartu pemilih terjadi di sejumlah kelurahan dan kecamatan.
"Saya belum bisa mengakumulasi berapa jumlahnya, karena sampai sekarang saja masih ada terjadi pembelian kartu pemilih. Kalau diperkirakan saat ini, jumlah kasusnya ada sekitar 50-an lah. Tapi jumlah kasus itu terus bertambah," beber Ketua Panwas Makassar, Amir Ilyas kepada Kompas.com, Minggu (15/9/2013) sore.
Menurut pengakuan para tersangka, lanjut Amir, ada kartu yang dibeli dengan harga Rp 200.000 dan ada juga yang ditukarkan dengan menggunakan sembilan bahan pokok (sembako). Ia pun belum mengetahui pasti pelaku utamanya karena dilakukan berjejaring. Namun, para tersangka yang ditangkap menggunakan atribut calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar nomor urur 9, Irman Yasin Limpo-Busrah Abdullah.
"Para tersangka masih diproses dan dari pengakuannya mereka hanya disuruh seseorang. Kita tangkapi lagi, eh ternyata masih ada bosnya lagi. Jadi seperti berjaringan. Namun mereka beratribut pasangan calon nomor urut 9. Kita juga tidak tahu apa tujuan dari pembelian kartu pemilih itu, sebab masih kita dalami. Soal adanya indikasi pembelian kartu pemilih akan digunakan pemilih siluman atau impor, bisa-bisa saja," ungkap Amir.
Editor : Caroline Damanik
Anda sedang membaca artikel tentang
Ada 50 Kasus Pembelian Kartu Pemilih di Kota Makassar
Dengan url
http://productivitymalevirility.blogspot.com/2013/09/ada-50-kasus-pembelian-kartu-pemilih-di.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Ada 50 Kasus Pembelian Kartu Pemilih di Kota Makassar
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Ada 50 Kasus Pembelian Kartu Pemilih di Kota Makassar
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar