Aliyansi Melestarikan Budaya dan Adat Mekongga

Written By bopuluh on Senin, 04 Maret 2013 | 01.17

KOLAKA, KOMPAS.com - Aliyansi adalah satu-satunya warga Kolaka, Sulawesi Tenggara yang melestarikan budaya adat Mekongga dalam bentuk tenunan. Hal ini pun membuat dirinya meraup keuntungan yang luar biasa, di mana dalam sebulan Aliyansi bisa meraup keuntungan hingga Rp 30 juta.

Usaha yang dirintisnya selama tiga tahun terakhir ini telah mebuat namanya dikenal di mana-mana sebagai perajin alat-alat tradisional adat Mekongga yang merupakan suku asli Kolaka.

Ketika merintis bisnis tersebut, Aliyansi mengakui awalnya kurang digemari oleh masyarakat Kolaka sehingga tenunan adat Mekongga yang dia hasilkan tidak laku di pasaran. Namun secara perlahan masyarakat Kolaka pun mulai melirik karya-karya yang dibuat Aliyansi seperti baju adat Mekongga yang kini diwajibkan dipakai seluruh PNS pada hari tertentu serta masih banyak lagi produk yang bermotif adat Mekongga.

Bermodalkan alat tenunan yang dipinjamkan oleh sang mertua, Aliyansi lebih giat lagi dan terus mencoba menggali dan melestarikan nilai-nilai kultur yang ada di bumi Kolaka. Ketertarikan warga Kolaka akan karya-karya Aliansi lambat laun semakin meningkat.

"Motif yang saya kembangkan awalnya saya diskusikan dulu sama ketua adat Mekongga karena ini menyangkut masalah budaya dan sakral sekali. Nanti kan lewat karya tenunan itu ada cerita dan satu nama yang akan dipakai. Sangat jelas kalau cerita yang dibangun itu adalah bagian dari sejarah Mekongga sehingga memang butuh proses sebelum dibuat. Lewat hasil tenunan itulah orang nantinya akan mengetahui seperti apa budaya suku Mekongga itu," katanya di Kolaka, Senin (4/3/2013).

Aliyansi memaparkan, hingga saat ini sudah ada 10 motif yang dibuatnya. Motif yang berhasil dibuat dan telah disetujui oleh dewan adat Mekongga diantaranya motif Mekongga, Taluala, Sorume, Wasabanggali, Kinea, Tabere dan Torouwe.

Sepuluh motif ini adalah buah karyanya sejak tahun 2010 ketika memulai usaha tenunan tradisional tersebut. Kini satu lagi nama yang akan dia kembangkan yaitu Kinawo. Kinawo adalah pakaian tradisional zaman dahulu yang digunakan manusia sebagai penutup badan.

"Proses pembuatannya terlebih dahulu direndam kemudian dipukul-pukul agar bisa melebar. Setelah itu disambung dengan cara dihubungkan lalu ditumbuk supaya menyatu. Proses pembuatnnya sangat alami dan bahan yang dihasilkan pun sangat halus. Nantinya bisa digunakan sebagai souvenir, baju, tutup kepala dan tas," tambahnya.

Warga Kolaka saat ini memberikan respons positif atas karya Aliyansi. Menurut mereka inilah salah satu bentuk nyata untuk melestarikan budaya Mekongga.

Suharni, warga Kolaka, menuturkan kini dia tidak gengsi lagi memakai baju tenunan adat Mekongga. "Dulu kan orang masih malu-malu kalau pakai baju motif adat. Sekarang sangat luar biasa sampai anak-anak muda pun ikut memesan. Pokoknya inilah bagian dari melestarikan budaya kami saat ini," tutupnya.


Anda sedang membaca artikel tentang

Aliyansi Melestarikan Budaya dan Adat Mekongga

Dengan url

http://productivitymalevirility.blogspot.com/2013/03/aliyansi-melestarikan-budaya-dan-adat.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Aliyansi Melestarikan Budaya dan Adat Mekongga

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Aliyansi Melestarikan Budaya dan Adat Mekongga

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger